Tampilkan postingan dengan label Awal Yang Baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awal Yang Baik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Maret 2010

Tentang Munafik (2)

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: "Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh. "Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.
QS. Ali Imran (3) : 156

Dan supaya Allah mengetahui siapa orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu) ". Mereka berkata:" Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu ". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak ada terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
QS. Ali Imran (3) : 167

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dengan yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara Rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.
QS. Ali Imran (3) : 179

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
QS. an-Nisa' (4) : 61

Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu mushibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".
QS. an-Nisa' (4) : 62

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: "Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami sampai kepada beberapa waktu lagi?" Katakanlah: "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.
QS. an-Nisa' (4) : 77

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: " Ini adalah dari sisi Allah ", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: " Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad) ". Katakanlah:" Semuanya (datang) dari sisi Allah ". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?
QS. an-Nisa' (4) : 78

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: " (Kewajiban kami hanyalah) taat ". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
QS. an-Nisa' (4) : 81

Maka mengapa kamu menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.
QS. an-Nisa' (4) : 88

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih.
QS. an-Nisa' (4) : 138

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.
QS. an-Nisa' (4) : 140

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk bershalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
QS. an-Nisa' (4) : 142

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
QS. an-Nisa' (4) : 145

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.
QS. al-Mai'dah (5) : 52

Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
QS. al-Mai'dah (5) : 61


dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapatkan giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
QS. al-Fath (48) : 6

Tentang Munafik (1)

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata:" Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah ". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.
QS. al-Munafiqqun (63) : 1

Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.
QS. al-Munafiqqun (63) : 2

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti.
QS. al-Munafiqqun (63) : 3

Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
QS. al-Munafiqqun (63) : 4

Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.
QS. al-Munafiqqun (63) : 5

Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
QS. al-Munafiqqun (63) : 6

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah) ". Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
QS. al-Munafiqqun (63) : 7

Mereka berkata:" Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya ". Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
QS. al-Munafiqqun (63) : 8

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
QS. al-Munafiqqun (63) : 9

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:" Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? "
QS. al-Munafiqqun (63) : 10

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
QS. al-Munafiqqun (63) : 11

Senin, 15 Maret 2010

Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad adalah manusia yang paling mulia, beliau diutus menjadi Rahmat bagi alam semesta….beliau bersabda keangkuhan adalah menolak kebenaran dan menghina orang lain...

Nabi Muhammad adalah manusia yang paling mulia, beliau diutus menjadi Rahmat bagi alam semesta….
islam mengajarkan bahwa kita boleh memakai apa pun model pakaian asal tidak melanggar aturan agama...berpakaian pun dinilai ibadah dalam islam,karena berpakaian pun dituntun aturannya dalam islam, islam sangat menghargai kebudayaan tiap bangsa, tidak ada larangan menggunakan batik atau kebaya, asalkan tidak melanggar aturan agama..adalah aneh di negeri ini, ada sebuah pulau yang dinamai pulau dewata tapi kehidupannya serba boleh, termasuk boleh membuka aurot yang akan menimbulkan kekacauan, berapa banyak guide di bali yang tidak terjerumus kemaksiatan karena masalah pakaian ini?
apakah yang menganjurkan menutup aurot itu tidak lebih baik daripada yang membiarkan aurot terbuka???bagaimana kamu mengambil kesimpulan???

Nabi Muhammad adalah manusia yang paling mulia, beliau diutus menjadi Rahmat bagi alam semesta….
dalam islam dikenal bahwa setiap bangsa diutus seorang dari mereka yang mengajarkan agama islam…Jumlah mereka secara pasti tidak diketahui. Al-Quran hanya
menginforrnasikan bahwa,

"Tidak satu umat (kelompok masyarakat) pun kecuali telah
pernah diutus kepadanya seorang pembawa peringatan" (QS Fathir
[35]: 24).

Al-Quran juga menyatakan kepada Nabinya bahwa,

"Kami telah mengutus nabi-nabi sebelum kamu, di antara mereka
ada yang telah kami sampaikan kisahnya, dan ada pula yang
tidak Kami sampaikan kepadamu" (QS Al-Mu'min [40]: 78)

Al-Quran menyebutkan secara tegas nama dua puluh lima
Nabi/Rasul; delapan belas di antaranya disebutkan dalam
Al-Quran surat Al-An'am (6): 83-86, sisanya didapatkan dari
berbagai ayat.

Nabi Muhammad Saw. seperti dinyatakan Al-Quran surat Al-A'raf
(7): 158 -diutus kepada seluruh manusia, dan beliau merupakan
khataman nabiyyin (penutup para nabi) (QS Al-Ahzab [33]: 40)
manakah yang lebih baik, setiap bangsa telah ada pembawa peringatan atau hanya pada bangsa india saja yang ada pembawa peringatan?apakah kalian termasuk orang2 yang dapat memahami???

Nabi Muhammad adalah manusia yang paling mulia, beliau diutus menjadi Rahmat bagi alam semesta….
Nabi Muhammad adalah rahmatan lil ‘alamin…manusia dibebaskan dari doktrin bahwa manusia terdiri dari 4 “kasta”…manusia lebih luas dari pembatasan2 seperti itu...ajaran manakah yang mendekati kebenaran?yang membeda2kan "kasta"?atau yang tidak mengajarkan "kasta"?
ibadah umat islam tidak hanya terbatas pada "bhakti yoga" saja
segala perbuatan baik yang diniatkan untuk beribadah maka tidak ada balasan dari kebaikan selain kebaikan juga...
seorang suami yang mencari nafkah untuk keluarganya bernilai jihad...
seorang istri yang dirumah dan menjaga kehormatan, mendidik anak2 juga dinilai jihad...
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan
atau melakukan interaksi keuangan di antara kamu secara
batil... (QS Al-Baqarah [2]: 188).
manakah yang lebih meginginkan mencapai kebenaran, yang berkata islam hanya bhakti yoga saja, atau yang berhati hati dalam membuat kesimpulan?
apakah ada orang islam atau mantan islam yang mengatakan islam hanya bhakti yoga saja?adakah orang demikian memiliki pengetahuan???
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
QS. Yunus (10) : 36

Nabi Muhammad adalah rahmatan lil ‘alamin…beliau membebaskan manusia dari memuja kepada selainNya…dalam islam Yang Mencipta dan Memelihara Alam adalah sama Allah…dalam Hindu terjadi perbedaan pendapat siapa yang lebih utama brahma atau wisnu dan pertentangan yang lain…lalu apa salahnya islam mengajarkan untuk memuja yang satu????
apakah orang2 yang mengatakan menyembah apa saja boleh itu orang yang hanya mengikuti hawa nafsu belaka?apakah kalian dapat berfikir?

manusia tanpa dicampuri hawa nafsu akan setuju bahwa Allah itu esa...Al-Quran mengisyaratkan bahwa kehadiran Tuhan ada dalam diri
setiap insan, dan bahwa hal tersebut merupakan fitrah
(bawaan) manusia sejak asal kejadiannya. Demikian dipahami
dari firman-Nya dalam surat Al-Rum (30): 30.
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah),
(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia
menurut fitrah itu. Tiada perubahan pada fitrah Allah.
(Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui."
menurut hadis Nabi, semua bayi yang dilahirkan adalah pada fitroh tersebut yaitu fitroh muslim,dan orang tuanya memiliki peran anaknya menjadi apa, jika orang tuanya kafir misalnya hindu maka anaknya pun menjadi kafir pula...
dan sekali agi tidak ada Nabi Yang tidak mengingatkan tentang Tauhid

"Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, kecuali
Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan selain Aku,
maka sembahlah Aku" (QS Al-Anbiya' [21]: 25).

"Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan
bagimu selain-Nya."

Demikian ucapan Nabi Nuh, Hud, Shaleh dan Syu'aib yang
diabadikan Al-Quran masing-masing secara berurut dalam surat
Al-A'raf (7): 59, 65, 73, dan 85.
apakah kalain ingin membuat keraguan pada hati kaum muslim?

akhir kata, tidak ada yang akan menolak kebenaran Al-Qur'an kecuali menolak keselamatan...
Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
QS. al-Isra' (17) : 82
apakah kalian ingin termasuk orang2 yang zalim?apakah kalian ingin mengingkari kebenaran hanya karena dendam masa lalu?
adakah yang lebih dungu dari seorang yang mengingkari kebenaran islam???

Akhlak (1)

AKHLAK (1/3)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata akhlak diartikan
sebagai budi pekerti atau kelakuan. Kata akhlak walaupun
terambil dari bahasa Arab (yang biasa berartikan tabiat,
perangai kebiasaan, bahkan agama), namun kata seperti itu
tidak ditemukan dalam Al-Quran. Yang ditemukan hanyalah bentuk
tunggal kata tersebut yaitu khuluq yang tercantum dalam
Al-Quran surat Al-Qalam ayat 4. Ayat tersebut dinilai sebagai
konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul,

Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi
pekerti yang agung (QS Al-Qalam [68]: 4).

Kata akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi Saw.,
dan salah satunya yang paling populer adalah,

Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang
mulia

Bertitik tolak dari pengertian bahasa di atas, yakni akhlak
sebagai kelakuan, kita selanjutnya dapat berkata bahwa akhlak
atau kelakuan manusia sangat beragam, dan bahwa firman Allah
berikut ini dapat menjadi salah satu argumen keaneka-ragaman
tersebut.

Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat
beragam (QS Al-Lail [92]: 4).

Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut,
antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan
buruk, serta dari objeknya, yakni kepada siapa kelakuan itu
ditujukan.

BAIK DAN BURUK

Para filosof dan teolog sering membahas tentang arti baik dan
buruk, serta tentang pencipta kelakuan tersebut, yakni apakah
kelakuan itu merupakan hasil pilihan atau perbuatan manusia
sendiri, ataukah berada di luar kemampuannya?

Tulisan ini tidak akan mengarungi samudera pemikiran yang
dalam lagi sering menenggelamkan itu, namun kita dapat berkata
bahwa secara nyata terlihat dan sekaligus kita akui bahwa
terdapat manusia yang berkelakuan baik, dan juga sebaliknya.
Ini berarti bahwa manusia memiliki kedua potensi tersebut.
Terdapat sekian banyak ayat Al-Quran yang dipahami menguraikan
hal hakikat ini, antara lain:

Maka Kami telah memberi petunjuk (kepada)-nya
(manusia) dua jalan mendaki (baik dan buruk) (QS
Al-Balad [90]: 10).

...dan (demi) jiwa serta penyempurnaaaan ciptaannya,
maka Allah mengilhami (jiwa manusia) kedurhakaan dan
ketakwaan (QS Asy-Syams [91]: 7-8).

Walaupun kedua potensi ini terdapat dalam diri manusia, namun
ditemukan isyarat-isyarat dalam Al-Quran bahwa kebajikan lebih
dahulu menghiasi diri manusia daripada kejahatan, dan bahwa
manusia pada dasarnya cenderung kepada kebajikan.

Al-Quran surat Thaha (20): 121 menguraikan bahwa Iblis
menggoda Adam sehingga,

... durhakalah Adam kepada Tuhannya dan sesatlah ia.

Redaksi ini menunjukkan bahwa sebelum digoda oleh Iblis, Adam
tidak durhaka, dalam arti, tidak melakukan sesuatu yang buruk,
dan bahwa akibat godaan itu, ia menjadi tersesat. Walaupun
kemudian Adam bertobat kepada Tuhan, sehingga ia kembali lagi
pada kesuciannya.

Kecenderungan manusia kepada kebaikan terbukti dari persamaan
konsep-konsep pokok moral pada setiap peradaban dan zaman.
Perbedaan --jika terjadi-- terletak pada bentuk, penerapan,
atau pengertian yang tidak sempurna terhadap konsep-konsep
moral, yang disebut ma'ruf dalam bahasa Al-Quran. Tidak ada
peradaban yang menganggap baik kebohongan, penipuan, atau
keangkuhan. Pun tidak ada manusia yang menilai bahwa
penghormatan kepada kedua orang-tua adalah buruk. Tetapi,
bagaimana seharusnya bentuk penghormatan itu? Boleh jadi cara
penghormatan kepada keduanya berbeda-beda antara satu
masyarakat pada generasi tertentu dengan masyarakat pada
generasi yang lain. Perbedaan-perbedaan itu selama dinilai
baik oleh masyarakat dan masih dalam kerangka prinsip umum,
maka ia tetap dinilai baik (ma'ruf).

Kembali kepada persoalan kecenderungan manusia terhadap
kebaikan, atau pandangan tentang kesucian manusia sejak lahir,
hadis-hadis Nabi Saw. pun antara lain menginformasikannya:

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci (fithrah),
hanya saja kedua orang-tuanya (lingkungannya) yang
menjadikan dia Yahudi, Nasrani, atau Majusi (HR
Bukhari).

Seorang sahabat Nabi Saw. bernama Wabishah bin Ma'bad
berkunjung kepada Nabi Saw., lalu beliau menyapanya dengan
bersabda:

"Engkau datang menanyakan kebaikan?" "Benar, wahai
Rasul," jawab Wabishah. "Tanyailah hatimu! "Kebajikan
adalah sesuatu yang tenang terhadap jiwa, dan yang
tenteram terhadap hati, sedangkan dosa adalah yang
mengacaukan hati dan membimbangkan dada, walaupun
setelah orang memberimu fatwa." (HR Ahmad dan
Ad-Darimi).

Dengan demikian menjadi amat wajar jika ditemukan ayat-ayat
Al-Quran yang mengisyaratkan bahwa manusia pada hakikatnya
--setidaknya pada awal masa perkembangan-- tidak akan sulit
melakukan kebajikan, berbeda halnya dengan melakukan
keburukan.

Salah satu frase dalam surat Al-Baqarah ayat 286 menyatakan,

Untuk manusia ganjaran bagi perbuatan baik yang
dilakukannya dan sanksi bagi perbuatan (buruk) yang
dilakukannya

Oleh beberapa ulama, frase ini kerap dijadikan sebagai bukti
apa yang disebut di atas. Dalam terjemahan di atas terlihat
bahwa kalimat "yang dilakukan" terulang dua kali: yang pertama
adalah terjemahan dari kata kasabat dan kedua terjemahan dan
kata iktasabat.

Syaikh Muhammad Abduh dalam tafsir Al-Manar menyatakan kata
iktasabat, dan semua kata yang berpatron demikian, memberi
arti adanya semacam upaya sungguh-sungguh dari pelakunya,
berbeda dengan kasabat yang berarti dilakukan dengan mudah
tanpa pemaksaan. Dalam ayat di atas, perbuatan-perbuatan
manusia yang buruk dinyatakan dengan iktasabat, sedangkan
perbuatan yang baik dengan kasabat. Ini menandakan bahwa
fitrah manusia pada dasarnya cenderung kepada kebaikan,
sehingga dapat melakukan kebaikan dengan mudah. Berbeda halnya
dengan keburukan yang harus dilakukannya dengan susah payah
dan keterpaksaan (ini tentu pada saat fitrah manusia masih
berada dalam kesuciannya).

Potensi yang dimiliki manusia untuk melakukan kebaikan dan
keburukan, serta kecenderungannya yang mendasar kepada
kebaikan, seharusnya mengantarkan manusia memperkenankan
perintah Allah (agama-Nya) yang dinyatakan-Nya sesuai dengan
fithrah (asal kejadian manusia). Dalam Al-Quran surat Ar-Rum
(30): 30 dinyatakan,

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama
(Al1ah). Itulah fithrah Allah yang telah menciptakan
manusia menurut fithrah itu.

Di sisi lain, karena kebajikan merupakan pilihan dasar
manusia, kelak di hari kemudian pada saat pertanggungjawaban,
sang manusia dihadapkan kepada dirinya sendiri:

Bacalah kitab amalmu (catatan perbuatanmu); cukuplah
engkau sendiri yang melakukan perhitungan atas dirimu
(QS Al-Isra' [17]: 14).

PERTANGGUNGJAWABAN

Atas dasar uraian di atas, Al-Quran membebaskan manusia untuk
memilih kedua jalan yang tadi disebutkan, tetapi ia sendiri
yang harus mempertanggung-jawabkan pilihannya. Manusia tidak
boleh membebani orang lain untuk memikul dosanya, tidak juga
dosa orang lain dipikulkan ke atas pundaknya. Tetapi dalam
Al-Quran surat Al-An'am ayat 164 dinyatakan bahwa tanggung
jawab tersebut baru dituntut apabila memenuhi syaratsyarat
tertentu, seperti pengetahuan, kemampuan, serta kesadaran.

Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa
orang lain, dan Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami
mengutus seorang rasul... (QS Al-Isra' [17]: 15).

Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan
kemampuannya... (QS Al-Baqarah [2]: 286)

Dari gabungan kedua ayat ini, kita dapat memetik paling tidak
dua kaidah yang berkaitan dengan tanggung jawab, yaitu:

1. Manusia tidak diminta untuk mempertanggungjawabkan
apa yang tidak diketahui atau tidak mampu
dilakukannya.

2. Manusia tidak dituntut mempertanggungiawabkan apa
yang tidak dilakukannya, sekalipun hal tersebut
diketahuinya.

Di sisi lain, ditemukan ayat-ayat yang menegaskan bahwa
pertanggungjawaban tersebut berkaitan dengan perbuatan yang
disengaja, bukan gerak refleks yang tidak melibatkan kehendak.

Al-Quran secara tegas menyatakan:

Allah tidak akan meminta pertanggungjawabanmu atas
sumpah-sumpah yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia
akan meminta pertanggungjawabanmu terhadap apa yang
disengaja oleh hatimu... (QS Al-Baqarah [2]: 225).

...tetapi jika seseorang terpaksa, sedangkan ia tidak
menginginkannya, dan tidak pula melampaui batas, maka
tidak ada dosa baginya... (QS Al-Baqarah [2]: 173).

Dapat juga disimpulkan, bahwa karena manusia diberi kemampuan
untuk memilih, maka pertanggungjawaban berkaitan dengan niat
dan kehendaknya. Atas dasar ini pula, maka niat dan kehendak
seseorang mempunyai peran yang sangat besar dalam nilai amal
sekaligus dalam pertanggungjawabannya.

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah ia
beriman, dia mendapatkan kemurkaan Allah, kecuali
orang-orang yang dipaksa kafir sedang hatinya tetap
tenang dalam keimanan... (QS An-Nahl [16]: 106) .

Al-Quran surat Al-Isra ayat 23-24 memerintahkan kepada seorang
anak agar menghormati kedua orang-tuanya, khususnya kalau usia
mereka sudah tua (karena ketika telah uzur boleh jadi mereka
melakukan hal-hal yang menjengkelkan). Anak dilarang berkata
uf (cis), dan harus memilih kata-kata yang baik, sambil
merendahkan diri kepada keduanya. Ayat ini disusul dengan
firman-Nya:

Tuhanmu lebih mengetahui yang ada dalam hatimu. Jika
seandainya kamu orang baik-baik (Allah akan
memaaafkan sikap dan ke1akuan yang telah kamu lakukan
dengan terpaksa, tidak sadar, atau yang berada di
luar kontrol kemampuanmu), karena Allah Maha
Pengampun bagi orang-orang yang bertobat (QS Al-Isra'
[17]: 25).

TOLOK UKUR KELAKUAN BAIK

Tolok ukur kelakuan baik dan buruk mestilah merujuk kepada
ketentuan Allah. Demikian rumus yang diberikan oleh kebanyakan
ulama. Perlu ditambahkan, bahwa apa yang dinilai baik oleh
Allah, pasti baik dalam esensinya. Demikian pula sebaliknya,
tidak mungkin Dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik,
karena kebohongan esensinya buruk.

Di sisi lain, Allah selalu memperagakan kebaikan, bahkan Dia
memiliki segala sifat yang terpuji. Al-Quran suci surat Thaha
(20): 8 menegaskan:

(Dialah) Allah tiada Tuhan selain Dia, Dia mempunyai
Sifat-sifat yang terpuji (Al-Asma' Al-Husna) (QS
Thaha [20]: 8).

Rasulullah Saw. juga memerintahkan umatnya agar berusaha
sekuat kemampuan dan kapasitasnya sebagai makhluk untuk
meneladani Allah dalam semua sifat-sifat-Nya,

Berakhlaklah dengan akhlak Allah.
http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Akhlaq1.html

Tentang Rasulullah...(1)

Disadari atau tidak, wujud Tuhan pasti dirasakan oleh jiwa
manusia baik redup atau benderang. Manusia menyadari bahwa
suatu ketika dirinya akan mati. Kesadaran ini mengantarkannya
kepada pertanyaan tentang apa yang akan terjadi sesudah
kematian, bahkan menyebabkan manusia berusaha memperoleh
kedamaian dan keselamatan di negeri yang tak dikenal itu.

Wujud Tuhan yang dirasakan, serta hal-ihwal kematian,
merupakan dua dari sekian banyak faktor pendorong manusia
untuk berhubungan dengan Tuhan dan memperoleh informasi yang
pasti. Sayangnya tidak semua manusia mampu melakukan hal itu.
Namun, kemurahan Allah menyebabkan-Nya memilih manusia
tertentu untuk menyampaikan pesan-pesan Allah, baik untuk
periode dan masyarakat tertentu maupun untuk seluruh manusia
di setiap waktu dan tempat. Mereka yang mendapat tugas itulah
yang dinamai Nabi (penyampai berita) dan Rasul (Utusan Tuhan).

Jumlah mereka secara pasti tidak diketahui. Al-Quran hanya
menginforrnasikan bahwa,

"Tidak satu umat (kelompok masyarakat) pun kecuali telah
pernah diutus kepadanya seorang pembawa peringatan" (QS Fathir
[35]: 24).

Al-Quran juga menyatakan kepada Nabinya bahwa,

"Kami telah mengutus nabi-nabi sebelum kamu, di antara mereka
ada yang telah kami sampaikan kisahnya, dan ada pula yang
tidak Kami sampaikan kepadamu" (QS Al-Mu'min [40]: 78)

Al-Quran menyebutkan secara tegas nama dua puluh lima
Nabi/Rasul; delapan belas di antaranya disebutkan dalam
Al-Quran surat Al-An'am (6): 83-86, sisanya didapatkan dari
berbagai ayat.

Nabi Muhammad Saw. seperti dinyatakan Al-Quran surat Al-A'raf
(7): 158 -diutus kepada seluruh manusia, dan beliau merupakan
khataman nabiyyin (penutup para nabi) (QS Al-Ahzab [33]: 40).

Masa Prakelahiran

Al-Quran menegaskan bahwa para nabi telah pernah diangkat
janjinya untuk percaya dan membela Nabi Muhammad Saw.

"Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dan para Nabi,
'Sungguh apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan
hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul (Muhammad) yang
membenarkan kamu, niscaya kamu sungguh-sungguh akan beriman
kepadanya dan menolongnya.' Allah berfirman, 'Apakah kamu
mengakui dan menerima perjanjian-Ku yang demikian itu?' Mereka
menjawab, 'Kami mengakui.'" (QS Ali'Imran [3]: 81)

Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Saw. bersabda,

"Demi (Allah) yang jiwaku berada pada genggaman-Nya,
seandainya Musa a.s. hidup, dia tidak dapat mengelak dan
mengikutiku" (HR Imam Ahmad)

Tidak jelas kapan dan bagaimana perjanjian yang disinggung
ayat tersebut. Setidaknya, ia mengisyaratkan bahwa Allah Swt.
telah merencanakan sesuatu untuk Nabi Muhammad Saw., jauh
sebelum kelahiran beliau. Karena itu pula sementara pakar
menyatakan bahwa kematian ayah beliau sebelum kelahiran,
kepergiannya ke pedesaan menjauhi ibunya, serta
ketidakmampuannya membaca dan menulis merupakan strategi yang
dipersiapkan Tuhan kepada beliau untuk dijadikan utusan-Nya
kepada seluruh umat manusia kelak.

Bahkan ulama lain meyakini bahwa pemilihan hal-hal tertentu
berkaitan dengan beliau bukanlah kebetulan. Misalnya bulan
lahir, hijrah, dan wafatnya pada bulan Rabi'ul Awal (musim
bunga). Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah
(hamba Allah) , ibunya Aminah (yang memberi rasa aman),
kakeknya yang bergelar Abdul Muththalib bernama Syaibah (orang
tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu ibunya melahirkan
bernama Asy-Syifa' (yang sempurna dan sehat), serta yang
menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan
mujur). Semuanya mengisyaratkan keistimewaan berkaitan dengan
Nabi Muhammad Saw. Makna nama-nama tersebut memiliki kaitan
yang erat dengan kepribadian Nabi Muhammad Saw.

Al-Quran surat Al-A'raf (7): 157 juga menginformasikan bahwa
Nabi Muhammad Saw. pada hakikatnya dikenal oleh orang-orang
Yahudi dan Nasrani. Hal ini antara lain disebabkan mereka
mendapatkan (nama)-nya tertulis di dalam Taurat dan Injil (QS
Al-A'raf [7]: 157).

Menurut pakar agama Islam, yang ditegaskan oleh Al-Quran itu,
dapat terbaca antara lain dalam Pertanjian Lama, Kitab Ulangan
33 ayat 2:

"... bahwa Tuhan telah datang dari Torsina, dan telah terbit
untuk mereka itu dari Seir, kelihatanlah ia dengan gemerlapan
cahayanya dari gunung Paran."

Pemahaman mereka berdasarkan analisis berikut: "Gunung Paran"
menurut Kitab Pertanjian Lama, Kejadian ayat 21, adalah tempat
putra Ibrahim -yakni Nabi Ismail- bersama ibunya Hajar
memperoleh air (Zam-Zam). Ini berarti bahwa tempat tersebut
adalah Makkah, dan dengan demikian yang tercantum dalam Kitab
Ulangan di atas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya cahaya
wahyu Ilahi: Thur Sina tempat Nabi Musa a.s., Seir tempat Nabi
Isa a.s. , dan Makkah tempat Nabi Muhammad Saw. Sejarah
membuktikan bahwa beliau satu-satunya Nabi dari Makkah.

Karena itu pula wajar jika Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 146
menyatakan bahkan mereka itu mengenalnya (Muhammad Saw.),
sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka, bahkan salah
seorang penganut agama Yahudi yang kemudian masuk Islam, yaitu
Abdullah bin Salam pernah berkata, "Kami lebih mengenal dan
lebih yakin tentang kenabian Muhammad Saw. daripada pengenalan
dan keyakinan kami tentang anak-anak kami. Siapa tahu pasangan
kami menyeleweng."

Masa Prakenabian

Ada beberapa ayat Al-Quran yang berbicara tentang Nabi
Muhammad Saw. sebelum kenabian beliau. Antara lain,

"Bukankah Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu
Dia melindungimu, dan Dia mendapatimu bimbang, lalu Dia
memberi petunjuk kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam keadaan
kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?" (QS Al-Dhuha [93]:
6-8).

Beliau yatim sejak di dalam kandungan, kemudian dipelihara dan
dilindungi oleh paman dan kakeknya. Beliau hidup di dalam
keresahan dan kebimbangan melihat sikap masyarakatnya, lalu
Allah memberinya petunjuk, dan mengangkatnya sebagai Nabi dan
Rasul. Beliau hidup miskin karena ayahnya tidak meninggalkan
warisan untuknya, kecuali beberapa ekor kambing dan harta
lainnya yang tidak berarti. Tetapi Allah memberinya kecukupan,
khususnya menjelang dan saat hidup berumah tangga dengan
istrinya, Khadijah a.s.

Ayat lain yang oleh ulama dianggap berbicara tentang Nabi
Muhammad Saw. pada masa kanak-kanaknya, adalah surat Alam
Nasyrah ayat pertama:

"Bukankah Kami (Tuhan) telah melapangkan dada untukmu?"

Sebagian ulama mengartikan kata nasyrah dengan
"memotong/membedah." Memang, bila dikaitkan dengan sesuatu
yang bersifat materi, artinya demikian. Apabila dikaitkan
dengan sesuatu yang bersifat nonmateri, kata itu mengandung
arti membuka, memberi pemahaman, menganugerahkan ketenangan
dan semaknanya.

Yang mengaitkan dengan hal-hal materi berpendapat bahwa ayat
ini berbicara tentang "pembedahan" yang pernah dilakukan oleh
para malaikat terhadap Nabi Muhammad Saw. kala beliau remaja.
Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh mufasir An
-Naisaburi.

Tetapi sepanjang penelitian penulis kata tersebut dengan
berbagai bentuknya terulang sebanyak 5 kali, dan tidak satu
pun yang digunakan dengan arti harfiah, apalagi bermakna
pembedahan. Akan lebih jelas lagi jika hal itu disejajarkan
dengan ayat yang berbicara tentang doa Nabi Musa a.s. di dalam
Al-Quran.

"Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku
urusanku dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka
mengerti perkataanku" (QS Thaha [20]: 25-28)

Selanjutnya Al-Quran menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak
pernah membaca satu kitab atau menulis satu kata sebelum
datangnya wahyu Al-Quran.

"Engkau tidak pernah membaca satu kitab pun sebelumnya
(Al-Quran), tidak juga menulis satu tulisan dengan tanganmu,
(andai kata kamu pernah membaca dan menulis) pasti akan
benar-benar ragulah orang yang mengingkari-(mu)" (QS
Al-'Ankabut [29]: 48).

Ayat ini secara pasti menyatakan bahwa beliau Saw. adalah
orang yang tidak pandai membaca dan menulis. Banyak ulama yang
memahami bahwa kendatipun kemudian Nabi Saw. menganjurkan
umatnya belajar membaca dan menulis, namun beliau sendiri
tidak melakukannya, karena Allah Swt. ingin menjadikan beliau
sebagai bukti bahwa informasi yang diperolehnya benar-benar
bukan bersumber dari manusia, melainkan dari Allah Swt.

Ada juga ulama yang memahami bahwa ketidakmampuan beliau
membaca hanya terbatas sampai sebelum terbukti kebenaran
ajaran Islam. Setelah kebenaran Islam terbukti -setelah hijrah
ke Madinah- beliau telah pandai membaca. Menurut pendukungnya
ide ini dikuatkan antara lain oleh kata "sebelumnya" yang
terdapat pada ayat di atas.

Memang, kata ummi hanya ditemukan dua kali dalam Al-Quran (QS
Al-A'raf [7] 157 dan 158) , dan keduanya menjadi sifat Nabi
Muhammad Saw. Memang kedua ayat itu turun di Makkah, meskipun
ada juga ayat lain yang turun di Madinah menyatakan,

"Dia (Allah) yang mengutus kepada masyarakat ummiyyin (buta
huruf), seorang Rasul di antara mereka" (QS Al-Jum'ah [62]: 2)

Di sisi lain, harus disadari bahwa masyarakat beliau ketika
itu menganggap kemampuan menulis sebagai bukti kelemahan
seseorang.

Pada masa itu sarana tulis-menulis amat langka, sehingga
masyarakat amat mengandalkan hafalan. Seseorang yang menulis
dianggap tidak memiliki kemampuan menghafal, dan ini merupakan
kekurangan. Penyair Zurrummah pernah ditemukan sedang menulis,
dan ketika ia sadar bahwa ada orang yang melihatnya, ia
bermohon,

"Jangan beri tahu siapa pun, karena ini (kemampuan menulis)
bagi kami adalah aib."

Memang, nilai-nilai dalam masyarakat berubah, sehingga apa
yang dianggap baik pada hari ini, boleh jadi sebelumnya
dinilai buruk. Pada masa kini kemampuan menghafal tidak
sepenting masa lalu, karena sarana tulis-menulis dengan mudah
diperoleh.

Masa Kenabian

Pada usia 40 tahun, yang disebut oleh Al-Quran surat Al-Ahqaf
ayat 15 sebagai usia kesempurnaan, Muhammad Saw. diangkat
menjadi Nabi. Ditandai dengan turunnya wahyu pertama Iqra'
bismi Rabbik.

Sebelumnya beliau tidak pernah menduga akan mendapat tugas dan
kedudukan yang demikian terhormat. Karena itu ditemukan
ayat-ayat Al-Quran yang menguraikan sikap beliau terhadap
wahyu dan memberi kesan bahwa pada mulanya beliau sendiri
"ragu" dan gelisah mengenai hal yang dialaminya. QS Yunus
(10): 94 mengisyaratkan bahwa,

"Kalau engkau ragu terhadap apa yang Kami turunkan kepadamu,
maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca Kitab Suci
sebelum kamu (QS Yunus [10]: 94).

http://media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Muhammad1.html

Al-Qur'an

Dan Kami turunkan dari Al Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
QS. al-Isra' (17) : 82

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.
QS. Hud (11) : 101

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
QS. Yunus (10) : 36

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
QS. Ibrahim (14) : 18

Debu...

Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu,
QS. 'Abasa (80) : 40

dan ditutup lagi oleh kegelapan.
QS. 'Abasa (80) : 41

Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.
QS. 'Abasa (80) : 42


dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu,
QS. al-Mursalat (77) : 10


Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.
QS. al-Furqan (25) : 23

Prasangka...

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS. al-Hujurat (49) : 12

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
QS. Yunus (10) : 66

Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Rabbmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
QS. Fushshilat (41) : 23

Minggu, 07 Maret 2010

Ishaq A.S

Adakah kamu hadir ketika Yaqub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya."
QS. al-Baqarah (2) : 133

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
QS. al-Baqarah (2) : 136

Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah:" Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya? "Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.
QS. al-Baqarah (2) : 140

Katakanlah:" Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. "
QS. Ali Imran (3) : 84

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
QS. Ibrahim (14) : 39

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
QS. as-Shaffat (37) : 112

Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.
QS. as-Shaffat (37) : 113

Lebah

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia."
QS. an-Nahl (16) : 68

Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
QS. an-Nahl (16) : 69

Keledai

Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata:" Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah roboh? "Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini? "Ia menjawab:" Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari ". Allah berfirman:" Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami menutupnya dengan daging ". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata:" Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
QS. al-Baqarah (2) : 259

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
QS. an-Nahl (16) : 8

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
QS. Luqman (31) : 19

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
QS. al-Jumu'ah (62) : 5

Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,
QS. al-Muddatstsir (74) : 50

Anjing

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derjat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
QS. al-A'raf (7) : 176

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.
QS. al-Kahfi (18) : 18

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: " (Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya ", sebagai terkaan terhadap barang yang ghaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: " (Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya ". Katakanlah:" Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit ". Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka.
QS. al-Kahfi (18) : 22

Sapi

Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti.
QS. al-Baqarah (2) : 73

Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim.
QS. al-Baqarah (2) : 92

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!" Mereka menjawab: "Kami mendengar tetapi tidak mentaati". Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)".
QS. al-Baqarah (2) : 93

Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata:" Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata ". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
QS. an-Nisa' (4) : 153

Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Maha Benar.
QS. al-An'am (6) : 146

Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
QS. Hud (11) : 69

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk di makan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan tujuh butir lainnya yang kering. "Wahai orang-orang yang terkemuka: "Terangkanlah kepadaku tentang ta_bir mimpiku itu jika kamu dapat mena_birkan mimpi. "
QS. Yusuf (12) : 43

(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh butir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya. "
QS. Yusuf (12) : 46

Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),
QS. adz-Dzariyat (51) : 26

Kisah penyembelihan sapi

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allah akan termasuk golongan orang-orang yang jahil".
QS. al-Baqarah (2) : 67

Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu".
QS. al-Baqarah (2) : 68

Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya."
QS. al-Baqarah (2) : 69

Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat pentunjuk."
QS. al-Baqarah (2) : 70

Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.
QS. al-Baqarah (2) : 71

Sabtu, 06 Maret 2010

Wahai manusia!!!!

Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
QS. al-Baqarah (2) : 21

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
QS. an-Nisa' (4) : 133

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS. an-Nisa' (4) : 170

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an).
QS. an-Nisa' (4) : 174

Katakanlah:" Wahai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk ".
QS. al-A'raf (7) : 158

Maka setelah Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
QS. Yunus (10) : 23

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
QS. al-Hajj (22) : 1

Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
QS. al-Hajj (22) : 5

Katakanlah:" Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu ".
QS. al-Hajj (22) : 49

Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
QS. al-Hajj (22) : 73

Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia berkata: "Wahai manusia, kami telah diberi pengertian tentang ucapan burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar satu kurnia yang nyata".
QS. an-Naml (27) : 16

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaithan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
QS. Luqman (31) : 33

Wahai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah sesuatu pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
QS. Fathir (35) : 3

Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah orang yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
QS. Fathir (35) : 5

Wahai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
QS. Fathir (35) : 15

Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
QS. al-Hujurat (49) : 13

Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.
QS. al-Infithar (82) : 6

Wahai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.
QS. al-Insyiqaq (84) : 6

Jumat, 05 Maret 2010

Subhanallah!!!

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. al-Isra' (17) : 1

Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya.
QS. al-Isra' (17) : 43

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
QS. al-Isra' (17) : 44


Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca". Katakanlah: "Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi Rasul?"
QS. al-Isra' (17) : 93

Dan mereka berkata:" Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi."
QS. al-Isra' (17) : 108



Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.
QS. al-Furqan (25) : 1

Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana .
QS. al-Furqan (25) : 10

Mereka (yang disembah itu) menjawab:" Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kamu mengambil selain Engkau (untuk jadi) pelindung , akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup, sampai mereka lupa mengingati (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa. "
QS. al-Furqan (25) : 18


Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,
QS. al-Furqan (25) : 58

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan bercahaya.
QS. al-Furqan (25) : 61


Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
QS. Yasin (36) : 36

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
QS. Yasin (36) : 83

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
QS. az-Zumar (39) : 4

Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
QS. az-Zumar (39) : 67



Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Rabbmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Dia yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya,
QS. az-Zukhruf (43) : 13

Maha Suci Rabb Yang mempunyai langit dan bumi, Rabb Yang mempunyai Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu
QS. az-Zukhruf (43) : 82

Dan Maha Suci (Rabb) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
QS. az-Zukhruf (43) : 85


Telah bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. al-Hasyr (59) : 1

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci. Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
QS. al-Hasyr (59) : 23


Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,
QS. al-Mulk (67) : 1

Senin, 01 Maret 2010

Pasangan....

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.
QS. az-Zukhruf (43) : 12

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
QS. adz-Dzariyat (51) : 49

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.QS. Yasin (36) : 36

Sabtu, 27 Februari 2010

BERSAMA AL-QUR'AN KITA MAMPU

Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menurunkan kepada kita hamba-Nya Al-Qur'an Karim. Mu'jizat nan Agung, Mulia, Suci, dan Maha Dahsyat untuk menjadi sahabat dalam segala keadaan.
Sehingga bersama Al-Qur'an kita mampu.
Semangat, yakin, dan percaya diri adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Putus asa, tidak percaya diri, pesimis, adalah sumber kegagalan dalam berwira usaha, berkarir dan berkarya. maka mutlak.....mensugesti diri hanya bisa didapat ketika manusia menjadikan Al-Qur'an sebagai rujukan sahabat dalam hidup. Oleh karenya sesulit apapun keadaan yang menghimpit manusia dalam berwira usaha, berkarir, dan berkarya semua dapat terselesaikan secara mudah dengan Al-Qur'an.
Karena bersama Al-Qur;'an kita mampu!!!!

Selasa, 23 Februari 2010

Sifat-Sifat berdasarkan hari lahir

hahahaha judul di atas cuma becanda looooo!!!
ya aku tidak mau membatasi diri pada suatu ramalan..
dan se yogya nya kita tidak usah percaya pada ramalan..

hehehehe ini dia karakter-karakter yang aku inginkan (bukan berdasarkan hari lahir)

1. Takwa kepada Allah Yang Maha Penyayang
2. Cinta Aalam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan ksatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, terampil, dan gembira
7. Hermat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan Setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.Suci dalam pikiran Perkataan dan perbuatan
11. memiliki cita-cita yang mulia dan nilai-nilai yang tinggi
12. bijaksana, mampu untuk melihat prospek jangka panjang dari suatu hal
13. tabah dan berhati-hati dalam meraih cita-cita
14. berpandangan luas
15. dan semua sifat-sifat yang baik

Amiin!!!

Senin, 22 Februari 2010

Kalimat Pembuka

Bismillairrahmanirrohim...
Alhamdulillah, akhirnya satu blog lagi dapat saya buat.
Semoga dengan diawali Bismillah, blog ini menjadi barokah dan bermanfaat..